| Sajian kapurung kuah kuning. Sumber: Cookpad/@kkkkputri |
Narasimuda25.blogspot.com, Jakarta — Kapurung kuah kuning kembali menarik perhatian pecinta kuliner Nusantara. Dalam beberapa waktu terakhir, minat masyarakat terhadap makanan tradisional khas Luwu Raya, Sulawesi Selatan ini dilaporkan meningkat, seiring dengan maraknya video unggahan tentang kapurung di platform media sosial, khususnya TikTok.
Salah satu video yang turut mendorong popularitas kapurung diunggah oleh akun TikTok @myferis pada 6 Mei 2024. Video tersebut menampilkan proses pembuatan kapurung secara tradisional. Hingga kini, unggahan itu telah ditonton lebih dari 16,2 juta kali dan disukai sekitar 643,4 ribu akun, menunjukkan tingginya ketertarikan publik terhadap kuliner khas Sulawesi Selatan tersebut
Kapurung merupakan hidangan berbahan dasar sagu yang berasal dari wilayah Kabupaten Luwu, Kota Palopo, Luwu Utara, dan Luwu Timur. Makanan ini disajikan dengan kuah ikan berwarna kuning yang kaya rempah. Keunikan kapurung tidak hanya terletak pada rasanya, tetapi juga pada proses penyajian dan cara makannya yang sederhana serta berbeda dari makanan pada umumnya.
Dalam proses pembuatannya, sagu terlebih dahulu dicampur dengan sedikit air di dalam wadah besar. Adonan kemudian disiram air panas hingga mengental dan berubah menjadi putih bening. Setelah matang, adonan sagu dibentuk menjadi bulatan-bulatan kecil menggunakan bantuan dua batang sumpit, lalu disajikan bersama kuah ikan kuning yang hangat berisi potongan ikan.
Perpaduan tekstur kenyal sagu dengan kuah ikan kuning yang kaya rempah menjadikan kapurung kuah kuning sebagai salah satu kuliner tradisional yang tetap bertahan di tengah pesatnya tren makanan modern.
Kembalinya popularitas kapurung melalui media sosial menjadi bukti bahwa kuliner tradisional masih memiliki tempat di hati masyarakat, terutama generasi muda yang kini semakin tertarik untuk mengenal dan mencoba makanan khas daerah.
